Museum Bajra Sandhi Denpasar Bali |
Bajra Sandhi merupakan Monumen sekaligus Museum
perjuangan rakyat Bali saat mengusir para penjajah dari bumi pertiwi dan
menjadi simbol penghormatan rakyat Bali terhadap para pahlawan serta lambang
semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada
di pintu utama yang bermakna tanggal 17, 8 buah tiang agung di dalam gedung
monumen yang bermakna bulan Agustus, dan monumen yang menjulang setinggi 45
meter yang bermakna tahun kemerdekaan Indonesia. Monumen ini terletak dilokasi
saat strategis, berada di Kawasan Renon,
Jalan Raya Puputan Niti Mandala, di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat
I Bali dan juga di depan Gedung DPRD Provinsi Bali.
Luas bangunan kira kira 4.900 m2 dan
luas tanah 138.830 m2 ini, monumen ini tepatnya berada di tengah Lapangan Renon Nitimandala yang
dulunya merupakan tempat pertempuran jaman kemerdekaan antara rakyat Bali
melawan pasukan penjajah. Dimana perang ini terkenal dengan sebutan "Perang Puputan" yang
berarti perang habis-habisan, jadi Museum dan Monumen ini didirikan untuk
memberi penghormatan pada para pahlawan serta merupakan lambang penghormatan
atas perjuangan rakyat Bali.
Latar
belakang pembangunan Monumen dan Museum Perjuangan Rakyat Bali tercetus pada tahun
1980. Berawal dari ide Dr. Ida Bagus Mantra yang saat itu adalah Gubernur Bali.
Untuk merealisasikan konsep ide pemikiran tersebut pada tahun 1981, diadakan sayembara desain monument dimenangkan
oleh Ida Bagus Yadnya, seorang mahasiswa jurusan arsitektur Fakultas Teknik
Universitas Udayana. Lalu pada tahun 1988 dilakukan peletakan batu pertama,
pembangunan Monumen dan Museum ini dilakukan kurang lebih selama 13 tahun.
Tahun 2001 bangunan fisik monumen selesai. Setahun kemudian pengisian diorama
dan penataan lingkungan monumen dilakukan. Pada bulan September 2002 SK
Gubernur Bali tentang penunjukan Kepala UPTD Monumen dilaksanakan. Dan akhirnya
pada tanggal 1 Agustus 2004, pelayanan kepada masyarakat dibuka secara umum,
setelah sebelumnya pada bulan Juni 2003 peresmian Monumen dilakukan oleh
Presiden RI pada saat itu Ibu Megawati Soekarnoputri.
Bentuk
bangunan monumen perjuangan rakyat Bali
ini mengekspresikan sebuah genta yang tinggi menjulang di tengah padma
(seroja), lambang pertemuan lingga dan yoni yaitu sifat maskulinitas dan sifat
femininitas yang akan melahirkan kesuburan dan kemakmuran.
Monumen yang terdapat di dalam museum ini berbentuk
segi empat bujur sangkar dengan penerapan konsepsi Tri Mandala.
Bagian utama
mandala sendiri tersusun lagi atas tiga lantai, yaitu:
- Ruangan Utamaning Utama Mandala adalah lantai 3 paling teratas, berfungsi sebagai ruang ketenangan, tempat untuk menikmati pemandangan di sekeliling monumen, para pengunjung bisa melihat panorama Denpasar dari tempat ini.
- Ruangan Madyaning Utama Mandala adalah lantai 2 yang berfungsi sebagai tempat pemajangan 33 diorama, miniatur perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Mulai zaman kerajaan, masuknya Hindu, Majapahit, penjajahan, perang kemerdekaan, hingga saat ini. Pada bagian luar sekeliling ruangan ini terdapat serambi atau teras terbuka untuk menikmati suasana sekeliling.
- Ruangan Nistaning Utama Mandala adalah lantai dasar gedung monumen,disini terdapat, ruangan informasi, ruangan perpustakaan, ruangan pameran, ruangan pertemuan, ruangan administrasi dan toilet, serta terdapat kolam yang diberi nama kolam Puser Tasik, di tengah ruangan terdapat 8 tiang agung serta tangga naik berbentuk bunga tapak dara.
Kawasan Monumen
dan Museum Perjuangan Rakyat Bali ini memang sangat menarik perhatian bagi
semua orang karena tempatnya yang terawat dengan baik, bersih dan lengkap
dengan menara yang menjulang ke angkasa yang mempunyai arsitektur khas Bali
yang indah.
Desain bagian dalam monumen juga
tidak kalah bagusnya dengan bagian luarnya. Koleksi monumen ini adalah berbagai
diorama yang menampilkan perjuangan rakyat Bali. Terdapat 17 diorama yang ada
di monumen yang terletak di Jalan Raya Puputan Niti Mandala ini. Beberapa di
antaranya mengisahkan perjuangan di zaman kerajaan di Bali dalam menentang
penjajahan. Misalnya, Perang Jagaraga
di Buleleng, Perang Puputan Badung
hingga Pertempuran Puputan yang dipimpin
oleh kapten I Gusti Ngurah Rai.
Bila kita menggunakan kendaraan
bermotor, jarak tempuh menuju Monumen dan Museum Perjuangan Rakyat Bali
memerlukan waktu kira-kira kurang lebih 45 menit, lebih kurang 13 km perjalanan
dari Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali.
Bali
Wisata Dewata panduan wisata di pulau dewata Bali.
No comments:
Post a Comment